Jumat, 19 Desember 2008

mengenal kebakaran hutan

Kebakaran hutan merupakan bahaya yang menimbulkan kerugian material, nyawa dan luka-luka. Hawa panas yang luar biasa, asap tebal yang mencekik, mampu membuat panik, disorientasi, ketakutan terhadap manusia atau binatang yang berada di jalur api.

Yang jarang diwaspadai adalah ilustrasi musik yang menyertai kebakaran. Dari gabungan letupan benda ditingkahi raungan mesin jet. Beberapa korban yang selamat dari sergapan api kadang dihantui ketakutan yang mencekam sehingga membutuhkan perawatan psikologi.

Kita mengenal kebakaran hutan atas dua bagian yaitu kebakaran alang-alang atau semak dan kebakaran hutan atau pepohonan. Kebakaran semak atau alang-alang umumnya tidak terlalu hebat, namun kecepatannya cukup “nggegirisi” karena mampu berpindah tempat dengan kecepatan 25 km/jam sehingga dalam waktu singkat mampu penyergap korban seperti manusia, hewan dan benda-benda lainnya.

Sementara itu kebakaran hutan umumnya berjalan lebih lambat yaitu 3 km/jam dengan lidah api setinggi 20m.

Faktor penyebabnya adalah fenomena alam seperti disambar petir atau terjadinya ledakan secara spontan. Lumbung pangan peternak sapi di Australia sering terancam kebakaran ketika gulungan jerami kering makanan ternak, akibat panas yang ditimbulkan saat proses fermentasi pada titik tertentu menimbulkan ledakan kecil.

Sayangnya penyebab terbesar adakah ulah manusia seperti puntung rokok, mesin-mesin yang menimbulkan panas, atau sengaja dibakar seperti yang saat ini terjadi di San Diego California yang mampu menghanguskan areal seluas 800 hektar.

“Bahan Bakar penyebab Kebakaran” - umumnya tumpukan sampah dari daun-daun kering, ranting akan bertindak sebagai bahan bakar bilamana api datang. Beberapa pohon seperti kayu-putih, pinus memang batang dan daunnya mengandung sudah mengandung minyak sehingga saat musim kemarau, minyak ini akan menguap dan mudah sekali terbakar.

Bahaya yang ditimbulkan oleh kebakaran terhadap manusia adalah:

Radiasi panas akibat lidah api yang menyebabkan kematian terhadap manusia ataupun binatang. Kita bicara inti api yang mampu menghasilan panas 1100 derajat Celcius. Tak heran logampun bisa leleh karenanya.

Dehidrasi akibat pengeluaran keringat yang berlebihan tanpa disadari menyebabkan seseorang jatuh pingsan.

Tercekik akibat menghirup asap, uap panas.

Pakaian saat memerangi kebakaran:

Saat kebakaran terjadi jika anda masih punya waktu, pastikan anda mengenakan celana panjang, baju lengan panjang yang terbuat dari bahan katun atau wool. Sebab selain baik untuk menahan panas juga bersifat lambat terbakar bila dibandingkan bahan buatan pabrik. Jangan pakai celana pendek, kaos kutang, bersandal seperti yang sering kita lihat kalau warga bergotong royong melawan kebakaran semak.

Pakailah sepatu boot dari kulit dengan kaos kaki katun. Jangan menggunakan sepatu karet apalagi sandal jepit.

Sebisanya memakai Google (kacamata mirip kacamata renang) atau kacamata pelindung lainnya, bebatkanb handuk tebal yang telah dibasahi sekitar leher anda atau bila diperlukan untuk menutup hidung. Lindungi kepala anda dengan helm.

Api yang kecil dapat dipadamkan dengan tongkat yang ujungnya diberi kain pel yang dibasahi.
                                           
                                                                                                   diambil dari:http://juliuskurnia.wordpress.com/2008/03/31/kebakaran-hutan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar